Tampilkan postingan dengan label Sinopsis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinopsis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Desember 2019

Buku Metode Teori Kunci Membaca & Memahami Arab Gundul



BUKU METODE TEORI KUNCI MEMBACA & MEMAHAMI ARAB GUNDUL

Berisi 20 sesi materi kaidah-kaidah kunci ilmu Tashrif dan Nahwu serta penerapannya dalam praktek membaca dan menerjemah Arab gundul.

Apa yang saya tawarkan dalam buku ini?

Buku ini berisi tiga langkah mahir dalam kemampuan membaca dan memahami Arab gundul. Yaitu menentukan bentuk kata, menentukan kedudukan kata dalam struktur kalimat dan menerjemahkan sesuai prinsip-prinsip penerjemahan.

Mempelajari ilmu Tashrif dan ilmu Nahwu secara bertahap, dengan mengenal pembentukan kata, pola-pola pecahan suatu kata dan melakukan penelusuran terhadap pola-pola tersebut. Kemudian pembentukan kalimat dengan mengetahui kedudukan kata dan fungsinya dalam struktur kalimat

Memahami seluruh pola struktur kalimat dalam bahasa Arab yang terbagi kepada kalimat pokok (umdah) dan kalimat pelengkap (fadlah), dan memahami secara lebih jelas setiap kedudukan kata dan fungsinya. Dengan ini diharapkan dapat lebih paham dalam menentukan kedudukan i'rob setiap kata

Kaidah-kaidah yang disusun diarahkan agar pembaca/peserta pembelajaran memiliki kemampuan dalam membaca dan memahami Arab gundul. Setiap teori yang dibahas tidak dilepaskan dari penerapannya berupa contoh-contoh dan latihan-latihan. Teori dan praktek disajikan secara beriringan.

Mencakup seluruh pemahaman dasar yang diperlukan untuk dapat memiliki kemampuan membaca dan memahami Arab gundul.

Selain disajikan pola pembentukan kata, struktur kalimat dan kedudukan kata, juga disajikan uslub (gaya bahasa) dalam ilmu Nahwu yang berpengaruh terhadap penentuan i'rob kata dan terhadap penerjemahan. Selain itu, disajikan pula faidah makna dari bab-bab tashrif dan ragam makna huruf-huruf, yang juga sangat berpengaruh terhadap penerjemahan.

Penulis : Muhammad Atim
Penerbit : Mega Rancage, Bandung
251 Halaman
Soft cover
Kertas putih
Harga Rp. 85.000,- belum termasuk ongkir

Order silahkan klik link di bawah ini :
https://bit.ly/2Q8BpJC

Latar belakang lahirnya buku Metode Teori Kunci Membaca & Memahami Arab Gundul

Sejak mengenal ilmu-ilmu Islam dan bahasa Arab di Tsanawiyyah, saya ingat pertama kali yang diajarkan saat itu tentang dhamir-dhamir. Saya disuruh menghapal huwa-huma-hum..dst dengan mengitung ruas jari satu tangan yang jumlahnya sama dengan jumlah dhamir. Lalu mengenal huruf, kata dan kalimat dalam bahasa Arab. Perlahan terus terpupuk ketertarikan dalam diri untuk dapat memahami dan menguasai bahasa Arab. Banyak literatur Islam yang perlu digali dengan bahasa Arab. Dengan tekad, kecintaan dan keakraban, bahasa Arab menjadi tidak asing lagi. Kitab-kitab gundul para ulama pun mulai dilirik. Ketika mencoba memaksakan diri membaca, awalnya banyak yang tidak mengerti, tapi perlahan kemampuan itu terus terasah.

Maka tidak heran ketika mulai terjun mengajar di pesantren, tekad untuk mengakrabkan santri dengan bahasa Arab bahkan menargetkan mereka untuk paham dan mampu membaca Arab Gundul terus menggebu. Tidak hanya itu, tekad yang lebih besar pun muncul, ingin mengajak umat secara lebih luas untuk melek bahasa Arab dan memiliki kemampuan untuk membaca dan memahai Arab gundul. Karena itu adalah kunci untuk memahami Islam lebih mendalam. Jika mereka mampu menggali ilmu Islam lebih dalam, lalu beramal lebih berkualitas, maka kekuatan umat semakin bangkit serta peradaban akan lebih maju.

Maka sekitar tahun 2017, saya mulai mengadakan kajian-kajian kitab secara terbuka. Awalnya untuk para pembimbing di pesantren. Kemudian meluas membuka secara online. Dan tak disangka, ternyata cukup banyak peminat yang mengikutinya, banyak peserta yang bermunculan dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya untuk mengasah kemampuan membaca dan memahami Arab gundul.

Saat mereka dibimbing untuk praktek membaca kitab, ternyata masih banyak yang merasa kesulitan, meskipun telah mempelajari teori Nahwu Sharaf. Maka saya berpikir, bagaimana cara lebih mudah untuk memahami teori-teori Nahwu Sharaf tersebut dan bagaimana trik-trik menerapkan teori tersebut ke dalam praktek. Mereka merasa kesulitan dalam menentukan kedudukan kata di suatu kalimat padalah mereka telah mempelajari kedudukan tersebut. Dari sana saya mulai memberikan teori-teori kunci untuk dapat membaca dan memahami Arab gundul secara perlahan untuk dapat membantu mereka. Kesulitan mereka dalam menentukan kedudukan kata, karena mereka mempelajarinya tidak dengan memahami secara utuh struktur kalimat. Maka struktur kalimat saya berusaha mengupasnya secara tuntas dengan menyesuaikan padanannya dalam bahasa Indonesia agar dapat dipahami. Memahami makna setiap kata dan kedudukan i'robnya di dalam suatu struktur kalimat, itu sangat berkaitan sehingga dapat menyingkap satu sama lain. Maka saya mulai mengumpulkan teori-teori kunci yang telah saya teliti dan ajarkan tersebut, kemudian disusun tahap-tahap pembelajarannya secara lebih rapih, dan saya anggap ini menjadi sebuah metode. Maka di bulan Desember 2019, alhamdulillah dengan izin Allah, inayah dan bimbingan-Nya dapat diselesaikan buku Metode Teori Kunci Membaca & Memahami Arab Gundul dan diterbitkan.

Mengurai Ketidakpahaman terhadap Nahwu Sharaf

Ketika saya mempelajari ilmu Tashrif dan ilmu Nahwu, ada beberapa hal yang belum terurai dengan jelas sehingga menyisakan ketidakpahaman. Diantaranya :
- bagaimana membedakan kata yang jamid dan musytaq
- bagaimana memahami keseluruhan perubahan kata dalam ilmu tashrif terutama kaidah kunci untuk memahami bentuk mudha'af dan mu'tal
- penguasaan isim mabni secara lebih lengkap
- bagaimana memahami dan menentukan i'rob isim dan khobar La yang beragam, begitu pula mustatsna dan munada
- bagaimana membedakan maf'ul liajlih dan hal
- bagaimana membedakan antara badal dan 'athfu bayan
- bagaimana memahami maf'ul ma'ah
- bagaimana memahami i'rob gaya bahasa (uslub) seperti pertanyaan, syarat, dsb.
- Dll
- Terutama yang paling inti bagaimana memahami struktur kalimat secara komprehensif sehingga seluruh unsur kata dapat dipahami dengan jelas. Ini yang belum banyak dibahas di dalam buku-buku ilmu Nahwu. 
Maka lahirnya buku Metode Teori Kunci Membaca & Memahami Arab Gundul adalah hasil penelitian dan penelusuran saya terhadap beragam rujukan utama ilmu Tashrif dan Nahwu untuk mengurai hal-hal yang belum jelas di atas. Semoga Allah SWT menerimanya sebagai amal shaleh yang bernilai pahala dan manfaat yang besar. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Kamis, 04 April 2019

Sinopsis Buku Muthala’ah



Judul            : Muthala’ah, Al-Qashash wa ats-tsaqofat al-islamiyyah, limaharoti fahmi al-maqru wa at-ta’bir ‘anil fahmi” (Muthala’ah, Kisah-kisah dan wawasan Keislaman, untuk kemahiran memahami teks bacaan dan mengungkapkan pemahaman)
Penulis              : Muhammad Atim
Jumlah Halaman : 40

Bahasa bukan hanya tentang “kata-kata yang disusun untuk mengungkapkan maksud yang ada di dalam diri”, lebih dari itu suatu bahasa menyimpan keunikan peradabannya dari manusia yang terlibat di dalam bahasa tersebut. Bahasa Arab, perkembangannya tidak bisa dilepaskan dari Islam, para ulama Islam-lah yang telah mengembangkan dan menjaga keaslian bahasa Arab. Maka, bahasa Arab itu sangat kental dengan peradaban Islam.
Dengan demikian, seseorang yang belajar bahasa Arab mesti lebih menghayati dzauq (cita rasa) bahasa Arab dengan menghayati latar peradabannya yang tertuang diantaranya di dalam kisah-kisah, tsaqofah (wawasan) dan kebudayaannya.
Inilah peran penting pelajaran “Muthala’ah” yang mesti diajarkan di dalam pembelajaran bahasa Arab, yang berisis teks-teks kisah dan tsaqofah Islam.
Di dalam buku yang saya susun ini, “Muthala’ah, Al-Qashash wa ats-tsaqofat al-islamiyyah, limaharoti fahmi al-maqru wa at-ta’bir ‘anil fahmi” (Muthala’ah, Kisah-kisah dan wawasan Keislaman, untuk kemahiran memahami teks bacaan dan mengungkapkan pemahaman), saya berusaha memilih tema-tema penting di dalam peradaban Islam yang dimulai dari kisah-kisah sederhana, populer dan menyentuh, wawasan-wawasan tentang realitas kehidupan, khazanah keilmuan dan peradaban, yang tersebar di dalam buku-buku populer pengajaran bahasa Arab. Melalui teks-teks tersebut, yang diajarkan dengan pengajaran yang “hidup” hingga pelajar dapat menghayati dan menjiwainya, ketika itulah seorang pelajar dapat merasakan cita rasa bahasa Arab.
Di dalam buku ini terdapat 30 teks bacaan yang dibagi kepada tiga mustawa (level), jika dalam satu mustawa terdapat dua semester, maka satu semesternya pelajar hanya mempelajari 5 teks bacaan. Ini porsi yang cukup dalam pengajaran, karena di dalam mengajarkannya pelajar harus benar-benar memahami isi teks dan kata-kata yang ada di dalamnya, menghayati dan menjiwainya dengan menghapalkan dan menceritakan atau menyampaikannya kembali tanpa melihat teks. Di dalam menghapalkan, hendaklah diiringi dengan gerakan dan ekspresi-ekspresi yang sesuai. Untuk pendalaman isi, selanjutnya pelajar juga diberikan tanya jawab dan diskusi berkenaan dengan tema yang dibahas.
Di mustawa awal (pertama) berisi : Umar menguji pengembala, pengembala dan penduduk kampung, hakim dan petani, Sulaiman bin Abdul Malik dan seorang Arab badui, Bilal bin Rabbah, bagaimana masuk Islamnya Umar, Sa’id bin Amir, telatah manusia, tersebarnya Islam dan Palestina
Di mustawa tsani (kedua) berisi : Allah mengetahui, itsar (mendahulukan orang lain), kebaikan Umar, sesuatu yang tidak dilihat oleh kedua mata, malam dan siang, air, olah jiwa dan olah raga, Ibrahim dan kaumnya, Musa dan Fir’aun, dan Sulaiman dan Bilqis.   
Di mustawa tsalits (ketiga) berisi : Yusuf ‘alaihissalam, Isa ‘alaihis salam, tetangga Abu Hanifah, kenapa Brown masuk Islam, lidah, kesehatan dan makanan, tinggalkan kegalauan, ilmu yang bermanfaat, peradaban Islam, dan bacalah.
Dengan pembelajaran melalui buku Muthala’ah ini, diharapkan pelajar dapat menghayati cita rasa bahasa Arab dan peradaban Islam, sebagai pembuka dan dorongan untuk lebih mendalaminya lagi dengan mengkaji dan menela’ah kitab-kitab yang telah diwariskan oleh para ulama.

Kamis, 08 Juni 2017

SINOPSIS BUKU RINGKASAN SIRAH NABAWIYAH



Buku : Ringkasan Sirah Nabawiyah, Butir-butir perjalanan hidup Rasulullah saw
Penulis : Muhammad Atim
Penerbit : Tafakur, Humaniora Bandung
Hal : 198
Harga : Rp.50.000,-

Silahkan diorder hubungi WA penulis : wa.me/6285320759353

*****

Sebagai umat Islam tentu menjadi kewajiban bagi kita untuk mencintai Rasulullah saw. Namun ungkapan cinta itu hanya menjadi buah bibir belaka jika tanpa dibuktikan dengan mengenal perjalanan hidup beliau, untuk selanjutnya mengikuti jejak langkahnya dan melaksanakan sunnah-sunnahnya.

Perjalanan hidup Rasulullah saw yang selanjutnya disebut dengan istilah Siroh Nabawiyyah, adalah rangkaian kisah dan peristiwa yang sangat agung yang menjadi petunjuk dan contoh kongkrit bagi umat Islam dalam mengabdikan diri kepada Allah SWT. Maka perjalanan hidup beliau itu disampaikan dari lisan ke lisan yang dikuatkan dengan hapalan hingga disusunlah secara tertulis dan lengkap pertama kali oleh Ibnu Ishaq dan diikuti oleh muridnya, Ibnu Hisyam. Setelah itu susul menyusul para ulama menyusun buku-buku Siroh, baik secara kronologis maupun menitikberatkan kepada pengambilan pelajarannya. Dan ia bagaikan mata air yang tidak pernah kering mengalirkan tuntunan, dan mutiara-mutiara hikmahnya tak pernah habis digali. Di setiap zaman, selalu saja ada karya baru yang menjelaskan siroh beliau yang dirangkai dengan ilmu dan bahasa yang sesuai dengan zamannya.

Di zaman ini banyak karya tentang siroh Rasulullah saw. Di antara yang dapat dinyatakan sebagai karya terbaik adalah yang ditulis oleh Syekh Shafiyurrahman Al-Mubarok Furi yang diberi judul Ar-Rahiqul Makhtum fii As-Siroh An-Nabawiyyah. Buku ini adalah peraih juara pertama dalam perlombaan penulisan siroh Rasulullah saw yang diadakan oleh Rabitah Alam Islami. Untuk itu buku ini telah diuji oleh banyak ulama. Di antara keistimewaan buku ini adalah penelitian yang mendalam tentang suatu peristiwa hingga dapat diambil kesimpulan dan jalan keluar dari perbedaan pendapat para ulama, susunan kronologisnya yang apik, kepiawaian dalam merangkai peristiwa demi peristiwa sehingga terasa hubungannya yang erat, serta pemilihan tema dari suatu peristiwa yang dapat memudahkan pembaca memahami detailnya. Dengan segala keistimewaan buku ini, tentu akan sangat sayang jika manfaatnya tak dapat diserap oleh banyak orang khususnya para pemula dalam belajar siroh, oleh sebab jumlah halaman yang tebal serta pembahasan yang panjang dan detail. Inilah yang mendorong saya untuk meringkas buku ini dengan menyajikan poin-poin dan butir-butir penting dalam setiap peristiwa, agar secara cepat dapat diserap dan mudah dihapal. Yang memang pada awalnya buku yang saya susun ini dijadikan panduan untuk memudahkan para santri di Pesantren dalam belajar siroh, di tengah banyaknya kitab siroh yang tebal yang kurang tepat dijadikan panduan awal, ataupun buku yang ringkas namun belum cukup memberikan informasi-informasi penting seputar siroh seperti buku Khulasoh Nurul Yakin yang telah banyak dijadikan panduan pembelajaran.
Buku Ringkasan Siroh Nabawiyyah ini selain diringkas dari rujukan utama yaitu kitab Ar-Rahiqul Makhtum, namun tidak semata-mata meringkas tetapi disertai perbandingan dari kitab-kitab yang lain seperti Siroh Ibnu Hisyam, Siroh Nabawiyyah Ibnu Katsir dan Siroh Nabawiyyah An-Nadawi, disertai sedikit pengambilan pelajarannya dari kitab fiqih siroh seperti fiqih Siroh Muhammad Al-Ghazali, Sa’id Ramadhan Al-Buthi dan Munir Ghadban, serta tambahan konfirmasi dari buku lain seperti Siyar A’lam An-Nubala, Shahih Bukhari, Nailul Authar, dll. Selain ditambahkan pula butir-butir syariat yang diturunkan yang merujuk kepada kitab Tarikh Tasyri karya Manna Al-Qattan serta penjelasan tentang rumah tangga Nabi saw yang dilengkapi dari kitab Nisa Haular Rasul karya Dr. Bassam M. Hamami serta tambahan referensi lainnya.

Buku ini disusun dengan bahasa yang mudah dipahami dan padat kerena berusaha meringkas dari penjelasan yang panjang lebar. Agar memudahkan pemahaman, di setiap pembahasan yang memuat banyak peristiwa diberikan judul dari setiap peristiwanya, misalnya dalam pembahasan hijrah Rasulullah saw ke Madinah diberikan judul; Rencana kaum kafir, Rasulullah saw keluar, di Gua Tsur, di perjalanan, dst. dan kadang dari banyak peristiwa yang berbeda disatukan dengan satu pembahasan misalnya peristiwa pernikahan Rasulullah saw dengan Aisyah dan Saudah, lima orang dari luar Makkah masuk Islam dan enam pemuda Madinah masuk Islam disatukan dalam satu judul pembahasan yaitu Harapan Baru, karena memang terjadi setelah tahun kesedihan.

Sistematika penyusunan buku ini dibagi kepada empat pembahasan yaitu; sebelum menjadi Rasul, yang merupakan masa persiapan selama empat puluh tahun, kemudian periode da’wah di Makkah, periode da’wah di Madinah, dan di akhir diberikan pembahasan secara ringkas mengenai rumah tangga Nabi saw. Di pembahasan pertama dan kedua diberikan judul-judul inti dan pilihan yang merangkum berbagai peristiwa, namun di pembahasan ketiga, yaitu periode da’wah di Madinah meskipun jangka waktunya lebih pendek dari masa sebelumnya tetapi peristiwa yang terjadi sangat banyak sehingga sulit jika dikelompokkan berdasarkan judul pembahasan, maka ia dikelompokkan berdasarkan tahun hijriah. Dalam setiap tahun hijriah tersebut dipetakan secara keseluruhan terlebih dahulu peristiwa yang terjadi secara kronologis baik dari peperangan, peristiwa lain dan juga syariat yang diturunkan, baru setelah itu dibahas rinciannya. Yang dibahas rinciannya itu adalah peristiwa-peristiwa besar sedangkan peristiwa-pristiwa yang kecil hanya cukup disebutkan secara sekilas saja dalam pemetaan, sebagai gambaran umum. Selain itu, buku ini sangat konsen menyebutkan waktu setiap peristiwa, sehingga setiap peristiwa itu dikelompokkan berdasarkan waktunya. Dan juga seringkali dalam buku ini penulis memberikan isyarat kepada ayat dalam Al-Qur’an yang berkenaan dengan suatu peristiwa tanpa menuliskannya secara langsung, karena memang ini adalah buku ringkasan dan agar pembaca melihat langsung ke mushaf Al-Qur’an.

Buku ini sangat cocok baik untuk orang yang baru pertama kali mempelajari siroh Rasulullah saw karena berisi poin-poin penting sebagai pemahaman awal, ataupun bagi orang yang sudah banyak bergelut dengan buku-buku siroh yang tebal namun kesulitan menyimpulkan poin-poin yang menjadi intinya dan juga bagian-bagian pentingnya untuk diingat, karena buku ini adalah ringkasan dan kesimpulan dari buku yang tebal tersebut. Selain juga buku ini layak dijadikan pegangan oleh guru yang mengajarkan siroh Rasulullah saw kepada murid dengan tingkatan apapun.

Selasa, 04 April 2017

BUKU KUMPULAN PIDATO MENGGUGAH ARAB-INDONESIA



Dalam pembelajaran bahasa, melatih kemampuan berpidato tak bisa dianggap sepele, karena melaluinya bahasa menemukan tempatnya sebagai perantara menyampaikan perasaan, pemikiran, sekaligus tentu da'wah menyampaikan kebenaran. Bahasa menjadi bercita rasa di sana. Untuk itu diperlukan suatu panduan dalam merealisasikannya. Untuk itulah buku ini lahir.

Buku ini sangat cocok bagi siapapun dalam melatih kemampuan berpidato baik dalam bahasa Arab, Inggris maupun bahasa Indonesia.

Bagi yang minat silahkan hubungi penulis WA/SMS 085320759353

SINOPSIS 

Judul : Kumpulan Pidato MenggugahArab-Indonesia
Penulis : Muhammad Atim

Halaman :80
Harga : Rp.40.000

Pidato adalah suatu keterampilan yang menjadi ajang saling menasihati, beramar ma’ruf nahi munkar, menyampaikan gagasan pemikiran, menanamkan keyakinan, bahkan menggugah kesadaran dan menggerakan tindakan. Bagi agama Islam, pidato adalah syiar dan bagian da’wah yang tak bisa dilepaskan. Maka sudah menjadi suatu keharusan bagi pelajar muslim baik di pesantren, madrasah, maupun sekolah umum untuk memiliki keterampilan ini, agar mampu menyampaikan risalah agamanya. Terlebih sifat agama Islam yang universal, pesan-pesannya mesti mampu disampaikan dengan bahasa apapun, khususnya bahasa perekat muslimin yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan tentu bahasa Indonesia sebagai bahasa bangsa kita.

Di antara kendala bagi para pelajar muslim yang ingin melatih keterampilan ini adalah minimnya teks yang menjadi bahan pidato, khususnya yang memuat tema-tema inti dan populer dari ajaran Islam yang disajikan dengan bahasa lisan yang menggugah dan dapat menyentuh permasalahan dalam realita. Untuk itulah buku Kumpulan Pidato Menggugah ini dihadirkan. Ketika umumnya teks-teks bahan pidato di buku-buku kumpulan pidato yang ada, lebih sering menggunakan bahasa tekstual sehingga menjadi kesulitan bagi pelajar untuk mengekspresikannya dalam bentuk pidato. Dalam buku ini, penulis berusaha menyajikan tema-tema inti dan populer dari ajaran Islam dengan bahasa lisan yang menggugah.

Penulis berusaha menyusun rangkaian kata dalam bahan pidato ini dapat menggugah, dalam arti membangkitkan kesadaran, yaitu dengan bahasa yang mengajak pendengarnya untuk membuka pikiran, merangsang mereka untuk ingin tahu, serta mengajak mereka untuk sadar dengan permasalahan yang terjadi dalam realita dan mengetahui solusi Islam dalam menjawab permasalahan tersebut. Tentu dengan memberikan pemahaman yang benar terhadap hakikat yang disampaikan, selalu berpijak kepada argumentasi yang kuat baik dari dalil-dalil Al-Qur’an, Hadits yang shahih, pilihan pendapat dan kata-kata bijak para ulama, dan juga fakta-fakta sejarah yang diperlukan. 

Sistematika penyusunan buku ini diawali dengan memberikan contoh-contoh pendahuluan yang mesti dilakukan yang mencakup hamdalah, kemudian syahadat dan shalawat, contoh-contoh cara membuka sebelum masuk kepada tema pembahasan, serta contoh-contoh penutupan, dan juga dilengkapi dengan teks pembawa acara yang dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Setelah itu disajikan isi bahan pidato yang berjumlah 16 tema pembahasan, yang disusun per-bahasa diawali dengan tema-tema berbahasa Arab terlebih dahulu kemudian bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mencocokkan tema dari ketiga bahasa tersebut, hendaklah ia mencocokkan sesuai nomor urutnya. 

Teks-teks pidato dalam buku ini disusun secara bertahap dari yang pendek hingga yang panjang. Tema-temanya pun disusun secara bertahap dari yang sederhana seperti menuntut ilmu, Iman, Islam, adab, Rasulullah saw, Bahasa Arab hingga yang berat seperti Jihad, kepemimpinan, perempuan dalam Islam dan peradaban Islam. 

Buku ini sangat cocok dijadikan panduan dalam melatih kemahiran pidato baik bagi pelajar Islam yang punya semangat dalam mengemban risalah agamanya, maupun bagi guru yang mengajarkannya, termasuk pula kaum muslimin secara umum yang ingin mengetahui tema-tema ajaran Islam yang populer dan menjadikannya sebagai bahan da’wah.

BUKU PANDUAN BAHASA ARAB KEMAHIRAN BERBICARA


Bagi yang ingin memiliki buku panduan dalam pembelajaran Bahasa Arab dalam melatih kemahiran berbicara, buku ini insya Allah cocok untuk dijadikan panduan.

Para guru baik di tingkat ibtidaiyyah/SD, Tsanawiyyah/SMP, Aliyah/SMA, termasuk juga mahasiswa, yang ingin mengajarkan para muridnya berbicara bahasa Arab, buku ini berisi contoh-contoh dialog, bercerita dan deskripsi tentang berbagai tema yang dapat dipraktekkan secara aktif dalam kehidupan sehari-hari yang disusun secara bertahap.

Bagi yang berminat silahkan hubungi penulis WA/SMS 085320759353

SINOPSIS

Judul : Kitab At-Ta'bir Jilid 1,2,3
Penulis : Muhammad Atim
Halaman : 48
Harga : @Rp.25.000

Umat Islam tak dapat dipisahkan dari bahasa Arab, dimanapun mereka berada dan bahasa apapun yang mereka gunakan, bahasa Arab mesti dijadikan bahasa yang penting dalam kehidupan mereka, karena ia adalah bahasa agamanya, bahasa Al-Qur'an dan hadits, sehingga ia menjadi bahasa pemersatu umat Islam di seluruh belahan dunia, dan juga bahasa ilmu dan peradaban mereka.

Dalam mempelajari bahasa Arab, seperti halnya juga bahasa pada umumnya, tahapan yang benar dimulai dengan mendengar (istima'), kemudian berbicara (kalam), kemudian membaca (qiro'ah) dan selanjutnya menulis (kitabah).

Untuk melatih keempat kemahiran tersebut tentu membutuhkan pembiasaan, dan pembiasaan itu mesti dilakukan secara bertahap dimulai dari hal-hal sederhana sampai kepada tingkat yang tinggi. Untuk melatih pembiasaan itu, baik guru atau murid membutuhkan satu panduan pembelajaran. Untunk itulah, khususnya dalam melatih kemampuan mendengar dan berbicara, buku ini disusun. Disamping juga, dengan bimbingan guru, melalui buku ini santri dapat dilatih membaca yang baik serta dalam proses akhir mereka dilatih untuk menuliskannya.

Buku ini berisi contoh-contoh dialog, cerita, dan deskripsi tentang tema-tema sehari-hari yang disajikan secara bertahap. Diawali dengan penyebutan poin-poin tujuan pembelajaran melalui buku ini, kemudian di setiap tema disebutkan terlebih dahulu beberapa kosa kata (mufrodat) yang mesti diketahui dahulu sebelum memahami suatu dialog atau teks bacaan. Buku panduan ini terdiri dari tiga jilid, di setiap jilidnya terdiri dari 30 tema pembahasan, dan jika dalam satu jilid ditargetkan untuk pembelajaran satu tahun maka dalam setiap semesternya diajarkan 15 tema pembahasan. Dan jika lebih fokus, dapat diselesaikan lebih cepat dari itu.

Untuk menunjang dalam praktek pembiasaannya sehari-hari, dalam buku ini disajikan pula mufrodat harian, yang dihapalkan setiap harinya 5 mufrodat, bisa diulang dalam dua hari jika terlalu berat, intinya tergantung kesiapan. Mufrodat itu disusun untuk memudahkan dalam pengembangan bahasanya sehari-hari, makanya lima mufrodat itu dipilih yang berkaitan erat sehingga dapat dipraktekkan. Sebagai tambahan, dimuat juga kosa kata bahasa inggrisnya dalam mufrodat harian tersebut.

Buku panduan ini dinamakan dengan Kitab At-Ta'bir, yang berarti buku yang berisi pengungkapan, maksudnya melatih untuk mengungkapkan dengan bahasa Arab.

Jilid pertama

Dalam jilid pertama, disajikan tema-tema dasar berbentuk dialog dan pengungkapan sederhana seperti apa yang diucapkan dalam perkenalan, kemudan penggunaan kata-kata tanya, kata tunjuk (isyarah), kata-kata untuk memberitahukan, dengan menggunakan kata-kata benda yang biasa dilihat sehari-hari baik di dalam kelas, rumah, dan di halaman sekitar, begitu juga tema-tema yang berisi sifat-sifat, warna-warna, bentuk-bentuk, anggota tubuh manusia, penggunaan waktu, penggunaan bilangan dasar, nama-nama hewan dan tumbuhan, serta identitas diri dan keluarga.

Jilid kedua

Dalam jilid kedua, disajikan tema-tema yang berkaitan dengan aktifitas keseharian di lingkuangan sendiri, khususnya kalau di pesantren tak jauh dari asrama, masjid dan kelas. Tema-temanya berkaitan dengan apa yang dibicarakan ketika bangun, kemudan berisap-siap sekolah, di kamar mandi, bersih-bersih, makan, belajar, menghapal Al-Qur'an, sholat, dan seterusnya termasuk juga olah raga, berkunjung dan melakukan rihlah pendek.

Jilid ketiga

Dalam jilid ketiga, disajikan tema-tema yang lebih luas, yaitu sudah mulai ke wilayah di luar lingkungan seperti di pasar, berkenaan dengan rumah tempat tinggal, bepergian, teknologi, liburan, momen khusus seperti musyawarah, diskusi tentang suatu tema, acara-acara, keorganisasian, peristiwa tertentu yang mengesankan, begitu pula cara-cara membuat surat, riwayat pendidikan, meringkas suatu buku yang dibaca, berita, dan juga tema-tema wawasan yang dapat diamalkan seperti berbakti kepada orang tua, menjelaskan tentang pesantren, pentingnya bahasa Arab, tentang Indonesia, pernyataan sebagai seorang muslim, dan berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah.

Dibanding buku yang sudah ada dalam pembelajaran bahasa Arab seperti Silsilah fi ta'lim Al-'Arobiyyah, Al-'Arobiyyah lin-nasyi'in begitu pula Al-'Arobiyyah baina yadaika, adalah buku ini lebih fokus dalam pengungkapan-pengungkapan yang biasa dipraktekan sehari-hari, dalam latar kepesantrenan dan keindonesiaan.

Senin, 03 April 2017

Ringkasan Ilmu Balaghah



Untuk tingkat MTs. atau Mu'allimin/Aliyah atau Mahasiswa, atau siapapun yang sedang mendalami ilmu Balagoh

Sebuah penawaran bagi yang sedang belajar-mengajar ilmu Balaghah, insya Allah buku ini layak untuk dijadikan panduan dalam pembelajaran.

Hubungi penulis WA/SMS 085320759353

SINOPSIS

Judul : Ringkasan Ilmu Balaghah
Penulis : Muhammad Atim

Balaghah adalah salah satu ilmu dalam bahasa Arab yang berisi kaidah-kaidah untuk menyusun satu perkataan dalam bahasa Arab yang efektif, indah, fasih dan berkesan di hati lawan bicara.
Kemunculan ilmu ini tidak bisa dilepaskan dari Al-Qur’an yang merupakan kitab suci penuh dengan kemukjizatan. Ilmu Balagah disusun pada awalnya untuk menyingkap kemukjizatan bahasa Al-Qur’an. Seperti karya Abu Bakar Al-Baqillani yang berjudul I’jazul Qur’an (Kemukjizatan Al-Qur’an) yang di dalamnya memuat pembahasan-pembahasan ilmu Balagah. Sehingga ilmu ini menjadi di antara syarat yang mesti dimiliki oleh seorang mufassir (ahli tafsir), karena tidak mungkin dapat memahami makna dan maksud Al-Qur’an secara benar tanpa ilmu Balagah. Oleh karena itu, bagi umat Islam yang berkewajiban untuk memahami kitab sucinya, tak dapat dilepaskan dari ilmu ini.

Banyak buku-buku tentang ilmu Balaghah yang telah disusun baik berisi nazham, ringkasan, syarah yang pendek ataupun panjang, termasuk buku yang secara lengkap memuat pembahasan-pembahasan ilmu Balaghah seperti yang terkenal adalah Al-Idhah fi Ilmil Balagah dan Al-Balagah Al-Wadhihah. Namun kendala dalam mempelajari ilmu Balagah ini, buku-buku tersebut terlalu dipenuhi dengan syair-syair sehingga menyulitkan pelajar dalam memahaminya, sehingga terkesan ilmu Balagah hanya dapat dipelajari bagi orang yang telah tinggi level belajarnya dalam bahasa Arab, seperti ia harus menguasai dahulu ilmu Nahwu dan Sharaf. Ini adalah anggapan yang kurang tepat, karena dalam ilmu khususnya ilmu syariat dan bahasa Arab ada tahapannya dari mulai yang dasar hingga yang tinggi. Ada pula buku ringkasan, tetapi tidak mencakup dasar dari seluruh bagian ilmu Balagah seperti buku Al-Mabadi fi Ilmil Balagah yang ditulis oleh A Syarief Mahmud yang hanya memuat dua ilmu besarnya saja yaitu Bayan dan Badi’. Di samping kendala bahwa buku-buku tersebut masih berupa “Arab gundul” yang menyita banyak waktu bagi pelajar pemula dalam mempelajarinya. Inilah yang mendorong saya untuk menyusun buku yang memuat dasar-dasar dalam ilmu Balagah yang mencakup seluruh pembahasannya yaitu tiga ilmu besarnya; Bayan, Badi’ dan Ma’ani, dengan memberikan terjemahnya dan sedikit penjelasannya. Buku ini saya beri nama “Ringkasan Ilmu Balaghah”.

Buku ini berisi rangkuman materi-materi dasar dalam ilmu Balaghah dan poin-poin penting yang mesti diketahui oleh pelajar pemula. Memang buku ini tidak memuat seluruh rincian pembahasan ilmu Balagah karena memang sebatas ringkasan, yang poin-poin pembahasannya adalah hasil pilihan yang paling mudah dipahami. Dengan tidak banyak memuat contoh-contoh syair, tetapi dengan kembali kepada tujuan utama dari ilmu ini yaitu memahami Al-Qur’an, maka contoh-contohnya banyak diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an, sedangkan contoh-contoh syair hanya sedikit saja yang dimuat. Buku ini disusun dengan mendahulukan ilmu Bayan, kemudian Badi’ dan Ma’ani. Setiap pembahasannya diberikan contoh-contoh, kemudian di akhirnya diberikan latihan-latihan untuk dikerjakan.

Buku ini adalah panduan yang cocok untuk mempelajari dasar-dasar ilmu Balaghah baik bagi guru yang mengajarkannya ataupun bagi pelajar yang mempelajarinya.