[Soal Jawab]
Pertanyaan :
Saya sering mendapati kalimat yang dinisbatkan kepada Imam Malik yg artinya bahwa generasi akhir umat Islam tidak akan baik kecuali dengan mengikuti apa-apa yg telah menjadikan baiknya generasi awal.
Saya ingin mencari kalimat Bahasa Arabnya yang benar karena dari yg saya dengar ataupun baca didapati tulisannya/redaksional berbeda. Mencoba searching tapi juga didapati berbeda dan belum saya dapati yg menuliskan sumbernya di kitab Imam Malik yg mana.
Untuk itu saya mohon tolong Ustadz, untuk menuliskan Bahasa Arab yang benar seperti apa dan terdapat dalam kitabnya Imam Malik yang mana?
Muhammad Fakhrurrozi, Cirebon
Jawaban :
Tulisan yang benar adalah,
لَا يُصْلِحُ آخِرَ هذِهِ الأُمَّةِ
إِلَّا مَا أَصْلَحَ أَوَّلَهَا
“Tidak ada yang dapat memperbaiki generasi akhir umat ini,
kecuali apa yang telah memperbaiki generasi awalnya”
Perkataan imam Malik bin Anas rahimahullah ini diriwayatkan oleh Qadhi
Ismail bin Ishak Al-Jahdhami Al-Maliki (w.282 H) dalam kitab beliau Al-Mabsuth,
kitab yang berisi banyak riwayat dari imam Malik. Namun kitab ini saat ini
hilang.
Namun riwayat ini dinukil oleh Al-Qadhi ‘Iyadh dalam kitab beliau Asy-Syifa
bita’rif Huquqi Al-Mushthafa, hal. 325 (cet. Darul Hadits, Kairo). Dan dinukil pula
oleh Ibnu Taimiyyah dalam kitab Iqtidha Ash-Shirath Al-Mustaqim, hal.763
(cet. Maktabah Ar-Rusyd, Riyadh).
Nukilan Al-Qadhi ‘Iyadh,
وَقَالَ مَالِكٌ فِي الْمَبْسُوطِ: وَلَيْسَ يَلْزَمُ مَنْ دَخَلَ
الْمَسْجِدَ وَخَرَجَ مِنْهُ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ الْوُقُوفُ بِالْقَبْرِ
وَإِنَّمَا ذَلِكَ لِلْغُرَبَاءِ. وَقَالَ فِيهِ أَيْضًا: لَا بأس لمن قدم من سفر أو خرج إلى
سَفَرٍ أَنْ يَقِفَ عَلَى قَبْرِ النَّبِيِّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-،
فَيُصَلِّيَ عَلَيْهِ وَيَدْعُوَ لَهُ ولأبي بكر وعمر. فقيل له: إن نَاسًا مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ
لَا يَقْدُمُونَ مِنْ سَفَرٍ وَلَا يُرِيدُونَهُ يَفْعَلُونَ ذَلِكَ فِي الْيَوْمِ
مَرَّةً أَوْ أَكْثَرَ وَرُبَّمَا وَقَفُوا فِي الْجُمُعَةِ أو في الأيام المرة أو
المرتين أَوْ أَكْثَرَ عِنْدَ الْقَبْرِ فَيُسَلِّمُونَ وَيَدْعُونَ سَاعَةً،
فَقَالَ: لَمْ يَبْلُغْنِي هَذَا عَنْ أَحَدٍ مِنْ أَهْلِ الْفِقْهِ بِبَلَدِنَا
وَتَرْكُهُ وَاسِعٌ، وَلَا يُصْلِحُ آخرَ هذه الأمة إلا ما أصْلَحَ أَوَّلَهَا،
وَلَمْ يَبْلُغْنِي عَنْ أَوَّلِ هَذِهِ الْأُمَّةِ وَصَدْرِهَا أَنَّهُمْ كَانُوا
يَفْعَلُونَ ذَلِكَ، وَيُكْرَهُ إِلَّا لِمَنْ جَاءَ مِنْ سَفَرٍ أَوْ أَرَادَهُ
Dan Malik berkata dalam kitab Al-Mabsuth : “Tidak mesti bagi orang yang
masuk masjid (nabawi) dan keluar darinya dari penduduk Madinah untuk berdiam
diri di kuburan Nabi saw, hal itu hanyalah bagi orang asing”. Ia juga berkata
tentangnya, “Tidak mengapa bagi orang yang datang dari safar atau keluar menuju
safar untuk berdiam diri di kuburan Nabi saw, lalu ia shalat terhadapnya,
mendoakan beliau dan mendoakan Abu Bakar dan Umar”. Ditanyakan kepadanya, “Sesungguhnya
orang-orang dari penduduk Madinah tidak datang dari safar, dan tidak pula
hendak melakukan safar, dalam satu hari (berdiam diri) satu kali atau lebih,
dan barangkali mereka berdiam diri di hari Jum’at atau dalam beberapa hari satu
kali atau dua kali atau lebih di sisi kuburan Nabi saw, mereka mengucapkan
salam dan berdoa selama beberapa saat.” Maka beliau menjawab, “Hal ini tidak sampai
kepadaku dari seorang pun ahli fiqih di negeri kita, meninggalkannya adalah
suatu kelapangan. Dan tidak ada yang dapat memperbaiki generasi akhir umat
ini, kecuali apa yang telah memperbaiki generasi awalnya. Tidak pula sampai
kepadaku dari seseorang di generasi awal umat ini dan permulaannya bahwa mereka
melakukan hal itu, dan hal itu dimakruhkan, kecuali bagi orang yang datang dari
safar atau hendak safar.”
Nukilan Ibnu Taimiyyah,
وَقَالَ أَيْضًا فِي الْمَبْسُوْطِ : لَا بأس لمن
قدم من سفر أو خرج إلى سَفَرٍ أَنْ يَقِفَ عَلَى قَبْرِ النَّبِيِّ -صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-، فَيُصَلِّيَ عَلَيْهِ وَيَدْعُوَ لَهُ ولأبي بكر وعمر. فقيل له: إن نَاسًا مِنْ
أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَا يَقْدُمُونَ مِنْ سَفَرٍ وَلَا يُرِيدُونَهُ يَفْعَلُونَ
ذَلِكَ فِي الْيَوْمِ مَرَّةً أَوْ أَكْثَرَ وَرُبَّمَا وَقَفُوا فِي الْجُمُعَةِ
أو في الأيام المرة أو المرتين أَوْ أَكْثَرَ عِنْدَ الْقَبْرِ فَيُسَلِّمُونَ
وَيَدْعُونَ سَاعَةً، فَقَالَ: لَمْ يَبْلُغْنِي هَذَا عَنْ أَحَدٍ مِنْ أَهْلِ الْفِقْهِ
بِبَلَدِنَا وَتَرْكُهُ وَاسِعٌ، وَلَا يُصْلِحُ آخرَ هذه الأمة إلا ما أصْلَحَ
أَوَّلَهَا، وَلَمْ يَبْلُغْنِي عَنْ أَوَّلِ هَذِهِ الْأُمَّةِ وَصَدْرِهَا
أَنَّهُمْ كَانُوا يَفْعَلُونَ ذَلِكَ، وَيُكْرَهُ إِلَّا لِمَنْ جَاءَ مِنْ
سَفَرٍ أَوْ أَرَادَهُ
Ia (Malik) juga berkata dalam kitab Al-Mabsuth, “Tidak mengapa bagi orang
yang datang dari safar atau keluar menuju safar untuk berdiam diri di kuburan
Nabi saw, lalu ia shalat terhadapnya, mendoakan beliau dan mendoakan Abu Bakar
dan Umar”. Ditanyakan kepadanya, “Sesungguhnya orang-orang dari penduduk Madinah
tidak datang dari safar, dan tidak pula hendak melakukan safar, dalam satu hari
(berdiam diri) satu kali atau lebih, dan barangkali mereka berdiam diri di hari
Jum’at atau dalam beberapa hari satu kali atau dua kali atau lebih di sisi
kuburan Nabi saw, mereka mengucapkan salam dan berdoa selama beberapa saat.” Maka
beliau menjawab, “Hal ini tidak sampai kepadaku dari seorang pun ahli fiqih di
negeri kita, meninggalkannya adalah suatu kelapangan. Dan tidak ada yang
dapat memperbaiki generasi akhir umat ini, kecuali apa yang telah memperbaiki
generasi awalnya. Tidak pula sampai kepadaku dari seseorang di generasi
awal umat ini dan permulaannya bahwa mereka melakukan hal itu, dan hal itu
dimakruhkan, kecuali bagi orang yang datang dari safar atau hendak safar.”
Wallahu A'lam.
Bismillah,
BalasHapusizin copy ustdz. semoga Allah tambahkan keberkahan kepada ustadz
Jazakallaahu khoiron katsiir
BalasHapusma syaa Allah barakallah fiikum
BalasHapusIzin copas ust
Masya Allah,jazakallahu khairan,Ust...izin copas.
BalasHapusBarakallahu fiik.
Pak ustadz mau tanya apa sih yg di maksud dri kalimat Tidak akan dapat memperbaiki akhir umat ini kecuali apa yang telah memperbaiki umat pendahulunya. Mohon di jelaskan ustadz 🙏
BalasHapusMaksudnya adalah, generasi sekarang ini harus diperbaiki dengan cara memperbaiki generasi terdahulu.
HapusManhaj salaf
BalasHapusJazakumullahu khairan
BalasHapus